Statistik

T. Hits : 305118
T. Visitor : 28351
Today : 64
Hits Today : 355
Member : 0
IP : 54.167.47.248
Proxy : -
Browser : Opera Mini
Banner
RBI P4TK BMTIsAKIP p4tk bmti
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana Layanan Diklat di PPPPTK BMTI
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang Baik
  Lihat

Revitalisasi SMK : Solusi Kebekerjaan Lulusan SMK

Tanggal : 28-08-2018 13:39, dibaca 504 kali.


Selain Program Keahlian Ganda, Revitalisasi SMK menjadi salah satu program yang sedang hangat dibicarakan di lingkup sekolah kejuruan. Program Keahlian Ganda dilakukan untuk menutupi kekurangan guru produktif di SMK, sedangkan Program Revitalisasi SMK diselenggarakan untuk meningkatkan penyerapan tamatan SMK di Dunia Usaha atau Dunia Industri (DUDI). Slogan SMK Bisa, dengan hasrat menyiapkan output yang siap pakai diharapkan dapat menjadi solusi bagi kebekerjaan lulusan SMK. Berikut penjelasan mengenai pentingnya Revitalisasi SMK yang menjadi solusi bagi bekekerjaan output SMK, yang ditulis oleh widyaiswara yang ikut berkecimpung menangani program tersebut.


Pendidikan menengah kejuruan (SMK) menjadi sangat vital dalam upaya percepatan (shortcut) peningkatan kompetensi tenaga kerja. Lulusannya diharapkan dapat menjawab kebutuhan sumber daya manusia industri. Namun fakta menunjukkan bahwa cita-cita menjadikan tamatan SMK sebagai penggerak roda industri masih jauh dari harapan. Kondisi ini dibuktikan dengan tingginya tingkat pengangguran terbuka tamatan SMK, yaitu 11,41 persen pada tahun 2017 (BPS 06 Nop 2017) dan menurun menjadi 8,92 persen pada tahun 2018 (BPS 07 Mei 2018).  Kondisi ini menggambarkan ada sesuatu yang kurang pas pada penanganan pendidikan di SMK.

Berbagai upaya telah dan sedang dilakukan untuk meningkatkan performa SMK, salah satu adalah Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016. Pemahaman akan makna revitalisasi SMK ini beragam, sehingga banyak SMK menyebut lembaganya sebagai SMK Revitalisasi hanya karena masuk dalam daftar penerima bantuan dari program revitalisasi.

Revitalisasi menurut KBBI adalah suatu proses atau cara dan perbuatan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terberdaya, sehingga revitalisasi berarti menjadikan sesuatu atau perbuatan untuk menjadi vital, sedangkan kata vital mempunyai arti sangat penting atau sangat diperlukan sekali untuk kehidupan dan sebagainya. Sehingga secara umum pengertian dari revitalisasi merupakan usaha-usaha untuk menjadikan sesuatu itu menjadi penting dan perlu sekali. Dengan demikian Revitalisasi SMK bermakna sebagai suatu proses untuk menghidupkan kembali program-program terbaik yang pernah dilakukan dan sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMK agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, tidak ada SMK yang berlabel revitalisasi, yang ada adalah SMK yang ditingkatkan kinerjanya melalui pendekatan revitalisasi.

Sejauhmana Revitalisasi SMK ini dapat memberikan solusi terhadap tingginya pengengguran terbuka tamatannya, menjadi menarik untuk didiskusikan. Revitalisasi SMK dilaksanakan dengan dua pilar utama. Pilar pertama, mengantisipasi datangnya gelombang Revolusi Industri 4.0 dengan segala teknologi desruptif yang menyertainya. Pilar ini berorientasi pada penguatan jalinan SMK dengan dunia usaha dan industri. Pilar kedua, berorientasi pada pengembangan keunggulan potensi wilayah sebagai keunggulan nasional untuk menciptakan daya saing bangsa. Keunggulan potensi wilayah ini sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, yaitu Kemaritiman, Pariwisata, Pertanian, dan Industri Kreatif.

Berdasarkan dua pilar utama tersebut di atas, dikembangkan enam isu strategis yang menjadi prioritas Revitalisasi SMK, yakni; 1) penyelarasan dan pemutakhiran kurikulum; 2) inovasi pembelajaran; 3) pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan; 4) kemitraan sekolah dengan dunia usaha/dunia industri (DU/DI) dan perguruan tinggi; 5) standarisasi sarana dan prasarana utama; dan 6) penataan/pengelolaan kelembagaan.

Penyelarasan dan pemutakhiran kurikulum SMK memprioritaskan kesesuaian perkembangan teknologi dan kesesuaian dengan kebutuhan riil dunia usaha dan industri (DUDI). Program kerja sama industri melibatkan guru untuk mengikuti program magang untuk guru produktif. Dalam hal pemenuhan jumlah guru produktif, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menyelenggarakan Program Keahlian Ganda, selanjutnya juga memastikan kompetensi guru tersebut melalui Uji Kompetensi Keahlian untuk memperoleh sertifikasi keahlian level 4 melalui LSP-P2. Peningkatan kebekerjaan lulusan SMK akan didorong dengan perolehan sertifikasi kompetensi lulusan melalui LSP-P1. Selain itu, perluasan Teaching Factory di SMK dirancang agar mendorong inovasi dan produktivitas lulusan SMK. Melalui kegiatan ini, empat isu strategis akan dapat dicapai.

Isu strategis kelima, standarisasi sarana dan prasarana dilakukan melalui pemberian bantuan langsung secara bertahap dari Direktorat PSMK.  Pada tahun 2018, bantuan telah disalurkan ke 219 SMK sesuai dengan kebutuhan setiap sekolah. Sementara isu strategis keenam, dlakukan melalui pendampingan oleh 12 perguruan tinggi, enam Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK), Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LP3TK), dan Industri mitra masing-masing SMK. Pendampingan dilakukan pada bidang yang relevan dengan kompetensi masing-masing pendamping.

Rasa optimisme yang tinggipun muncul bila mencermati apa yang sudah dan sedang dilakukan terhadap peningkatan mutu SMK melalui Revitalisasi SMK. Revitalisasi SMK bagaikan roket pendorong tercapainya citi-cita berdirinya SMK di negeri ini. Tolok ukur keberhasilan Revitalisasi SMK telah ditetapkan oleh Direktur Direktorat PSMk yaitu 80% lulusan SMK terserap di industri dan atau berwirausaha, namun satu hal perlu pula ditetapkan yaitu waktu tunggu keterserapan setelah lulus.

Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Bangsa sebagai tujuan utama Revitaslisasi SMK bukan merupakan tugas dan tanggung jawab Kemendikbud semata. Inpres Nomor 9 tahun tahun 2016 juga menugaskan sembilan Kementerian, didukung 12 Perguruan Tinggi, enam PPPPTK dan LPPPTK KPTK, dan Industri. Sinergi tersebut dilakukan untuk melahirkan generasi millenial Indonesia yang produktif dan berdaya saing global. Akhirnya, keberhasilan dan sustainability Revitalisasi SMK akan terjamin apabila masing-masing pihak yang terlibat melaksanakan peran dan fungsinya secara konsisten, terbebani, dan bertanggung jawab.

*) DR. Edison Gintings, MM, widyaiswara madya, di Departemen Manajemen dan Kependidikan, PPPPTK BMTI, Cimahi.

 



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Asep Rahamat H -  [arahmathasep@gmail.com]  Tanggal : 19/11/2018
Selamat Pagi ..
Saya dari SMKN 1 Cihampelas Kab. Bandung Barat kompetensi keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) mau bertanya pa..
Kalau sekolah kami ingin masuk ke program revitalisasi SMK yang diadakan PPPPTK BMTI bagaimana caranya? sebab kami sebagai sekolah baru di daerah (didirikan tahun 2007) memerlukan bantuan dan pembinaan untuk peningkatan mutu sekolah kami khususnya kompetensi keahlian TITL..

Terimakasih


   Kembali ke Atas