BBPPMPV BMTI melalui Gebyar Pendidikan Vokasi menjadi comblang antara Satuan Pendidikan Vokasi dan DUDI untuk berkolaborasi

Bertempat di Balai Pancaniti, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbud Ristek melangsungkan kegiatan Gebyar Pendidikan Vokasi, Kamis, 16 September 2021.

Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 300 lebih undangan dari kalangan institusi pendidikan serta siswa SMK dari berbagai daerah ini diawali dengan laporan kegiatan oleh Kepala BBPPMPV BMTI, Supriyono. Dalam laporannya Supriyono menyampaikan beberapa program inovatif yang ada di BBPPMPV BMTI seperti Galeri Kejuruan, Ship Simulator dan Green Management System yang diharapkan dapat memberikan manfaat untuk mendorong kolaborasi antara Satuan Pendidikan Vokasi dan DUDI.

Acara ini secara khusus dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Vokasi , Wikan Sakarinto, Direktur Kemitraan Penyelarasan DUDI, Saryadi, Ketua Komisi X DPR RI , Syaiful Huda, Ketua Kadin Jawa Barat, Cucu Sutara, Waketum HKI Indonesia , Darwoto serta Komisaris PT Kawan Lama Sejahtera, Tony Sartono diundang menjadi narasumber dalam acara tersebut.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto mengatakan, secara persentase angka penganguran dari lulusan SMK dalam situs resmi BPS cukup tinggi. “Penyumbang pengangguran itu secara jumlah bukan SMK, tapi persentase lulusan SMK yang tercatat disitus memang terlalu tinggi, dan data tersebut diambil secara random atau acak dengan tidak secara riilnya penyebab pengangguran,” ungkap Wikan.

Ia mengatakan, survei itu sejak usia 15 tahun hingga usia tak terhingga, sementara itu lulusan SMK yang lulusannya 30 tahun atau 40 tahun yang lalu juga terekam dalam survai tersebut. “Kalau mau clear, yang disurvai itu usia lulus SMK 5 sampai 10 tahun terakhir,” katanya. Beliau tidak mengelak bahwa lulusan SMK merupakan penyumbang pengangguran yang tersebar di Indonesia dalam konteks jumlah. Namun jumlah tersebut saat ini secara persentase sudah menurun lagi sejak 2016-2021.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto mengatakan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek juga mulai melakukan training terhadap guru SMK dan kepala SMK se-indonesia. Beliau menambahkan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi membawahi 7 Balai Besar. Menurutnya, fungsi balai besar sendiri sebagai lokasi traning untuk guru dan kepala SMK se-Indonesia, selain itu juga sebagai comblang karena balai besar mentraining bekerjasama dengan industri dan selanjutnya untuk pembangunan mutu guru dan kepala SMK se-Indonesia.

Beliau juga menyampaikan dengan adanya program link and match antara satuan pendidikan vokasi dengan DUDI bukan berarti Industri wajib menyerap lulusan SMK tetapi industri memiliki komitmen untuk melakukan hal tersebut, tentunya dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh lulusan SMK kita, diantaranya adalah jika industri membutuhkan dan jika industri cocok dengan karakter lulusan SMK kita. Untuk memenuhi syarat-syarat tersebut maka wikan menyatakan harus mengubah mindset guru-guru dengan pola terobosan baru. “Maka kami training guru dan kepala sekolah SMK hingga 30 ribuan,” tegas Wikan. (Mira)

 

Beri penilaian untuk berita ini!